clock

Sunday, July 3, 2011

Hukum Merokok di Sisi ISLAM

Sesungguhnya Allah ta’ala mengutus Nabi Muhammad dengan petunjuk-Nya dan agama yang hak, untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya dan membersihkan serta mensucikan hati mereka dari kotoran kekufuran dan kefasikan dan membebaskan mereka dari belenggu penghambaan kepada selain Allah ta’ala.

Dia (Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam) membersihkan manusia dari kesyirikan dan kehinaan kepada selain Allah dan memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada Allah semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta memohon kepada-Nya dengan penuh harap dan takut.

Dia juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan maksiat dan perbuatan dosa, maka dia melarang manusia atas setiap perbuatan keji dan buruk yang dapat merusak hati seorang hamba dan mematikan cahayanya dan agar menghiasinya dengan akhlak mulia dan budi perkerti luhur serta pergaulan yang baik untuk membentuk pribadi muslim yang sempurna. Maka dari itu dia menghalalkan setiap sesuatu yang baik dan mengharamkan setiap yang keji, baik makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan lainnya.

Termasuk yang diharamkan karena dapat menghilangkan kesucian adalah merokok, karena berbahaya bagi fisik dan mengdatangkan bau yang tidak sedap, sedangkan Islam adalah (agama) yang baik, tidak memerintahkan kecuali yang baik. Seyogyanya bagi seorang muslim untuk menjadi orang yang baik, karena sesuatu yang baik hanya layak untuk orang yang baik, dan Allah ta’ala adalah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik.

Berikut akan kami kemukakan beberapa fatwa dari para ulama terkemuka tentang hukum rokok : “Merokok hukumnya haram, begitu juga memperdagangkannya. Karena didalamnya terdapat sesuatu yang membahayakan, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits :
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ أخرجه الإمام أحمد في المسند ومالك في الموطأ وابن ماجة
“ Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan” (Riwayat Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan Atturmuzi)

Demikian juga (rokok diharamkan) karena termasuk sesuatu yang buruk (khabaits), sedangkan Allah ta’ala (ketika menerangkan sifat nabi-Nya Shalallahu 'alaihi wassalam) berfirman: “...dia menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan yang buruk“ (Al A’raf : 157)

Panitia Tetap Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia.
Ketua: Abdul Aziz bin Baz
Wakil Ketua: Abdurrazzak Afifi.
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan –
Abdullah bin Quud.

“Merokok diharamkan, begitu juga halnya dengan Syisyah, dalilnya adalah firman Allah ta’ala: “Jangan kalian bunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah maha penyayang terhadap diri kalian “ (An-Nisa : 29)


“ Jangan kalian lemparkan diri kalian dalam kehancuran” (Al-Baqarah : 195)

Dunia kedokteran telah membuktikan bahwa mengkonsumsi barang ini dapat membahayakan, jika membahayakan maka hukumnya haram. Dalil lainnya adalah firman Allah ta’ala:
(وَلاَ تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمْ الَّتِى جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا ( النساء : 5

“ Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan..” (An Nisa:5)
Kita dilarang menyerahkan harta kita kepada mereka yang tidak sempurna akalnya karena pemborosan yang mereka lakukan. Tidak diragukan lagi bahwa mengeluarkan harta untuk membeli rokok atau syisyah merupakan pemborosan dan merusak bagi dirinya, maka berdasarkan ayat ini hal tersebut dilarang.

Sunnah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam juga menunjukkan pelarangan terhadap pengeluaran harta yang sia-sia, dan mengeluarkan harta untuk hal ini (rokok dan syisyah) termasuk menyia-nyiakan harta. Rasulullah e bersabda:
{ لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ }

Syekh Muhammad bin Sholeh bin ‘Utsaimin
Anggota Lembaga Majlis Ulama Kerajaan Saudi Arabia


“Telah dikeluarkan sebuah fatwa dengan nomor: 1407, tanggal 9/11/1396H, dari Panitia Tetap Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa di Riyadh, sebagai berikut: “Tidak dihalalkan memperdagangkan rokok dan segala sesuatu yang diharamkam karena dia termasuk sesuatu yang buruk dan mendatangkan bahaya pada tubuh, rohani dan harta.

Jika seseorang hendak mengeluarkan hartanya untuk pergi haji atau menginfakkannya pada jalan kebaikan, maka dia harus berusaha membersihkan hartanya untuk dia keluarkan untuk beribadah haji atau diinfakkan kepada jalan kebaikan, berdasarkan umumnya firman Allah ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمِ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ اْلأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيْهِ إِلاَّ أَنْ تُغْمِضُوا فِيْهِ (ألبقرة:267
“ Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata darinya “ (Al Baqarah: 267)

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: “ Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak akan menerima kecuali yang baik “ (al Hadits)
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

(Dinukil dari terjemahan عفواً ممنوع التدخين Maaf, dilarang MEROKOK oleh Thalal bin Sa'ad Al 'Utaibi)

Saturday, July 2, 2011

URUTAN RINGKAS PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERLAKU DALAM ISRAK MIKRAJ KE ATAS RASULULLAH SAW


-Umat Islam seluruh dunia akan menyambut ketibaan peristiwa agung iaitu Israk dan 
Mikraj yang ada disebut dalam ayat pertama surah al-Israk pada 27 Rejab. Mereka tidak akan melepaskan peluang keemasan yang datang 
sekali setahun dalam bulan hijriah. Ia bagaikan dinanti-nanti oleh pencinta agama 
Islam, kerana kepentingannya dalam mentarbiyah jiwa manusia ke arah 
kesempurnaan. Israk dan Mikraj adalah salah satu peristiwa penting yang berlaku 
pada diri baginda Rasulullah SAW. 
Peristiwa ini telah membongkarkan keimanan dan keyakinan umat manusia tentang 
kekuasaan Allah dan kebenaran kepada kenabian nabi Muhammad SAW. Orang kafir 
sendiri menjadikan peristiwa Israk Mikraj ini sebagai suatu pembohongan yang 
menambahkan lagi penolakan mereka terhadap dakwah nabi. Manakala keadaan 
umat Islam sendiri terbahagi kepada beberapa peringkat iaitu ada yang terus 
membenarkan nabi seperti Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq, ada pula yang mahu 
penjelasan terperinci dengan menguji nabi melalui beberapa pertanyaan seperti 
bilangan pintu dan tiang dalam Masjidil Aqsa bagi membuktikan kebenaran kepada 
cerita tersebut dan ada pula yang bersikap menolak  terus cerita nabi dan kembali 
murtad daripada Islam. Peristiwa Isra’ dan Mikraj berlaku di dua tempat utama di 
bumi sebelum nabi dinaikkan ke Saidatul Muntaha iaitu bumi Mekah dan Palestin 
malah melalui ayat 1 surah Isra’ menjelaskan bagaimana Allah memberkati bumi 
Isra’ dan sekitarnya. Sehingga kini bumi Isra’ iaitu Baitul Maqdis, Palestin terus 
menjadi rebutan 3 agama iaitu Islam, Kristian dan Yahudi sehinggakan keganasan 
Yahudi dalam membunuh dan merampas tanah milik umat Islam terus berjalan 
tanpa perikemanusiaan. 


Sejarah Perjalanan Israk Mikraj
-Rasulullah SAW mengalami pembedahan dada/perut, dilakukan oleh malaikat Jibrail 
dan Malaikat Mika’il. Hati Baginda SAW disuci dengan air zamzam dibuang ketul 
hitam (‘alaqah) iaitu tempat syaitan membisikkan was-wasnya. Kemudian 
dituangkan hikmat, ilmu dan iman ke dalam dada Rasulullah SAW. Setelah itu, 
dadanya dijahit dan dimeterikan dengan “kahtimin nubuwwah”. Selesai 
pembedahan, didatangi binatang bernama Buraq untuk ditunggangi oleh Rasulullah 
dalam perjalanan luar biasa yang dinamakan “Israk” itu. 


Semasa Israk (Perjalanan dari Masjidil-Haram ke Masjidil Aqsa) 
-Sepanjang perjalanan (Isra’) itu Rasulullah SAW ditemani oleh malaikat Jibrail dan 
Israfil. Tiba di tempat-tempat tertentu (tempat-tempat yang mulia dan bersejarah) 
Rasulullah telah diarah oleh Jibrail supaya berhenti dan sembahyang sebanyak 2 
rakaat. Antara tempat-tempat berkenaan ialah :
I. Negeri Thaibah (Madinah), tempat di mana Rasulullah akan melakukan hijrah. 
II. Bukit Tursina, iaitu tempat Nabi Musa AS menerima wahyu daripada Allah. 
III. Baitul-Laham (tempat Nabi Isa AS dilahirkan).  Dalam perjalanan itu juga 
Rasulullah SAW menghadapi gangguan jin ‘Afrit dengan api jamung dan dapat 
menyaksikan peristiwa-peristiwa simbolik yang amat ajaib, antaranya:- 
A. Kaum yang sedang bertanam dan terus menuai hasil tanaman mereka. 
Apabila dituai, hasil (buah) yang baru keluar semula seolah-olah belum lagi 
dituai. Hal ini berlaku berulang-ulang. Rasulullah SAW diberitahu oleh Jibrail: 
Itulah kaum yang berjihad “Fisabilillah” yang digandakan pahala kebajikan 
sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak. 
B. Tempat yang berbau harum, Rasulullah SAW diberitahu oleh Jibrail: Itulah 
bau kubur Masyitah (tukang sisir rambut anak Fir’aun) bersama suaminya dan 
anak-anaknya (termasuk bayi yang dapat bercakap untuk menguatkan iman 
ibunya) yang dibunuh oleh Fir’aun kerana tetap teguh kepada Allah (tak 
mahu mengakui Fir’aun sebagai Tuhan). 
C. Sekumpulan orang orang yang sedang memecahkan kepala mereka. Setiap 
kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipecahkan pula. 
Demikaan dilakukan berkali-kali, Jibrail memberitahu: Itulah orang-orang 
yang berat kepala mereka untuk sujud (sembahyang). 
D. Sekumpulan orang yang menutup kemaluan mereka (qubul dan dubur) 
dengan secebis kain. Mereka dihalau seperti binatang ternakan. Mereka 
makan bara api dan batu dari neraka Jahannam. Kata  Jibrail Itulah orangorang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka. 
E. Satu kaum, lelaki dan perempuan, yang memakan daging mentah yang busuk 
sedangkan daging masak ada di sisi mereka. Kata Jibrail: Itulah lelaki dan 
perempuan yang melakukan zina sedangkan lelaki dan  perempuan itu 
masing-masing mempunyai isteri dan suami. 
F. Lelaki yang berenang dalam sungai darah dan dilontarkan batu. Kata Jibrail: 
Itulah orang yang makan riba. 
G. Lelaki yang menghimpun seberkas kayu dan dia tak terdaya memikulnya, tapi 
ditambah lagu kayu yang lain. Kata Jibrail: Itulah  orang yang tak dapat 
menunaikan amanah tetapi masih menerima amanah yang lain. 
H. Satu kaum yang sedang menggunting lidah dan bibir mereka dengan 
penggunting besi berkali-kali. Setiap kali di gunting, lidah dan bibir mereka 
kembali seperti biasa. Kata Jibrail: itulah orang yang membuat fitnah dan 
mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya. 
I. Kaum yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga mereka. 
Kata Jibrail: Itulah orang yang makan daging manusia (mengumpat) dan 
menjatuhkan maruah (mencela, menghinakan) orang. 
J. Seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang sempit. Tak dapat 
dimasukinya semula lubang itu. Kata Jibrail: Itulah orang yang bercakap besar 
(takbur), kemudian menyesal tapi sudah terlambat. 
K. Seorang perempuan dengan dulang yang penuh dengan pelbagai perhiasan. 
Rasulullah tidak memperdulikannya. Kata Jibrail: Itulah dunia. Jika Rasulullah 
memberi perhatian kepadanya, nescaya umat Islam akan mengutamakan 
dunia daripada akhirat. 
L. Seorang perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah 
berhenti. Rasulullah SAW tidak menghiraukannya. Kata Jibrail: Itulah orang 
yang mensiakan umurnya sampai tua. 
M. Seorang perempuan bongkok tiga menahan Rasulullah untuk bertanyakan 
sesuatu. Kata Jibrail: Itulah gambaran umur dunia yang sangat tua dan 
menanti saat hari kiamat. 


Setibanya di masjid Al-Aqsa, Rasulullah turun daripada Buraq. Kemudian masuk ke 
dalam masjid dan mengimamkan sembahyang dua rakaat  dengan segala anbia’, 
aulia’ dan mursalin menjadi makmum. Pad suatu tika Rasulullah SAW terasa dahaga, 
lalu dibawa Jibrail dua bejana yang berisi arak dan susu. Rasulullah memilih susu lalu 
diminumnya. Kata Jibrail: Baginda membuat pilihan yang betul. Jika arak itu dipilih, 
nescaya ramai umat baginda akan menjadi sesat. 


Semasa Mikraj (Naik ke Hadhratul Qudus Menemui Allah) 
-Didatangkan Mikraj (tangga) yang indah dari syurga. Rasulullah SAW dan Jibrail naik 
tangga pertama lalu terangkat ke pintu langit dunia (pintu Hafzhah). 
a) Langit Pertama: Rasulullah SAW dan Jibrail masuk ke langit pertama, lalu 
jumpa dengan Nabi Adam AS. Kemudian dapat melihat orang-orang yang 
makan riba’ dan harta anak yatim dan melihat orang berzina yang rupa dan 
kelakuan mereka sangat huduh dan buruk. Penzina lelaki bergantung pada 
susu penzina perempuan. 
b) Langit Kedua: Nabi SAW dan Jibrail naik tangga yang kedua, lalu masuk dan 
bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. 
c) Langit Ketiga: Baginda naik langit ketiga dan bertemu dengan Nabi Yusuf AS. 
d) Langit Keempat: Baginda naik tangga keempat dan bertemu dengan Nabi 
Idris AS. 
e) Langit Kelima: Baginda naik tangga kelima dan bertemu dengan Nabi Harun 
AS yang dikelilingi oleh kaumnya Bani Israel. 
f) Langit keenam: Baginda naik tangga langit keenam dan bertemu dengan 
nabi-nabi. 
g) Seterusnya dengan Nabi Musa AS, Rasulullah mengangkat kepala (disuruh 
oleh Jibrail) lalu dapat melihat umat baginda sendiri yang ramai termasuk 
70000 orang yang masuk syurga tanpa hisab. 
h) Langit Ketujuh : Baginda naik tangga langit keyujuh dan masuk langit ketujuh 
lalu bertemu dengan Nabi Ibrahim Khalilullah yang sedang bersandar di Baitul 
Ma’mur dihadapi oleh beberapa kaumnya. Kepada Rasulullah SAW Nabi 
Ibrahim AS bersabda. “Engkau akan berjumpa dengan Allah pada malam ini. 
Umatmu adalah umat terakhir dan terlalu dha’if , maka berdoalah untuk 
umatmu. Suruhlah umatmu menanam tanaman syuga iaitu La Haulawala 
Quwatta Illa Billah. Mengikut riwayat lain, Nabi Ibrahim AS bersabda : 
“Sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahu mereka, syurga itu baik 
tanahnya, tawar airnya dan tanamannya ialah lima kalimah iaitu : 
Subhanallah, Walhamdulillah, Wa La Ila Haillallah Allahuakbar dan La 
Haulawala Quwatta Illa Billahil Azim. Bagi orang yang membaca setiap 
kalimah ini akan ditanamkan sepohon pokok dalam syurga.  
i) Setelah melihat beberapa peristiwa lain yang ajaib, Rasulullah dan Jibrail 
masuk ke dalam Baitul-Makmur dan bersembahyang (Baitul-Makmur ini 
betul-betul di atas Baitullah di Mekah). 
j) Tangga Kelapan: Di sinilah disebut “Al – Kursi” yang berbetulan dengan dahan 
pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah SAW menyaksikan  pelbagai keajaiban 
pada pokok itu. Sungai air yang tak berubah, sungai susu, sungai arak dan 
sungai madu lebah. Buah, daun-daun, batang dan dahannya berubah-ubah 
warna dan bertukar menjadi permata-permata yang indah. Unggas-unggas 
emas berterbangan. Semua keindahan itu tak terperi oleh manusia. 
k) Baginda Rasulullah S.A.W dapat menyaksikan pula sungai Al-Kautsar yang 
terus masuk ke syurga. Seterusnya baginda masuk ke  syurga dan melihat 
neraka beserta dengan malaikat Malik penunggunya. 
l) Tangga kesembilan: Di sini berbetulan dengan pucuk  pokok Sidratul- 
Muntaha. Rasulullah SAW masuk di dalam nur dan naik ke Mustawa dan 
Sharirul-Aqlam. Lalu dapat melihat seorang lelaki ghaib di dalam nur ‘Arasy, 
iaitu lelaki di dunia yang lidahnya sering basah berzikir, hatinya tertumpu 
penuh kepada masjid dan tidak derhaka kepada ibu bapanya. 
m) Tangga Kesepuluh : Baginda Rasulullah sampai di Hadhratul-Qudus dan 
Hadhrat Rabbul-Arbab lalu dapat menyaksikan Allah S.W.T dengan mata 
kepalanya, lantas sujud. Kemudian berlakulah dialog antara Allah dan 
Muhammad, Rasul-Nya. 
Allah SWT: Ya Muhammad 
Rasullah: Labbaika 
Allah SWT: Angkatlah kepalamu dan bermohonlah, Kami perkenankan.  
Rasulullah: Ya Rabb, Engkau telah ambil Ibrahim sebagai Khalil dan Engkau 
berikan dia kerajaan yang besar. Engkau berkata-kata dengan Musa. Engkau 
berikan Daud kerajaan yang besar dan dapat melembutkan besi. Engkau 
kurniakan kerajaan Sulaiman yang tidak Engkau kurniakan kepada sesiapa 
pun dan memudahkan Sulaiman menguasai jin, manusia, syaitan dan angin. 
Engkau ajarkan ‘Isa Taurat dan Injil. Dengan izin-Mu, dia dapat 
menyembuhkan orang buta, orang sufaq dan menghidupkan orang mati. 
Engkau lindungi dia dan ibunya daripada syaitan. 
Allah SWT : Aku ambil mu sebagai kekasih. Aku perkenankan mu sebagai 
penyampai berita gembira dan amaran kepada umatmu.  Aku buka dadamu 
dan buangkan dosamu. Aku jadikan umatmu sebaik-baik umat. Aku beri 
keutamaan dan keistimewaan kepada mu pada hari kiamat. Aku kurniakan 
tujuh ayat (surah Al Fatihah) yang tidak aku kurniakan kepada sesiapa 
sebelum mu. Aku berikan mu ayat-ayat di akhir surah al Baqarah sebagai 
suatu perbendaharaan di bawah “Arasy”. Aku berikan  habuan daripada 
kelebihan Islam, hijrah, sedekah dan amar makruf dan nahi munkar. Aku 
kurniakan panji-panji Liwa – ul – hamd. Maka Adam dan semua yang lainya di 
bawah panji-panji mu. Dan aku fardukan atas mu dan  umat mu 50 (waktu) 
sembahyang. 
Selesai munajat, Rasulullah SAW dibawa menemui Nabi Ibrahim AS kemudian nabi 
Musa AS yang kemudiannya menyuruh Rasulullah SAW merayu kepada Allah S.W.T 
agar diberi keringanan, mengurangkan jumlah waktu sembahyang itu. Selepas 
sembilan kali merayu, (setiap kali dikurangkan 5 waktu), baginda tidak mahu lagi 
merayu kerana malu kepada Allah, dan akhirnya Allah perkenan memfardukan 
sembahyang 5 waktu sehari semalam tetapi mengekalkan nilai pahalanya sebanyak 
50 waktu juga. 


Selepas Mikraj 
-Rasulullah S.A.W turun ke langit dunia semula. Seterusnya turun ke Baitul- 
Maqdis. Lalu menunggang Buraq perjalanan pulang ke  Mekah pada malam yang 
sama.

Doa

Sunday, June 19, 2011

Kisah di Sebalik April Fool


Berbalik kepada perayaan April Fool's Day ini, adalah ia mula dirayakan sewaktu kejatuhan kerajaan Islam di Sepanyol. Setelah bertapak berkurun-kurun lamanya di Granada, Sepanyol, kerajaan Islam akhirnya runtuh diserang tentera-tentera Kristian.

Penduduk-penduduk Islam diSepanyol (Moors) terpaksa berlindung di dalam rumah masing-masing untuk menyelamatkan diri. Tentera-tentera Kristian bagaimanapun tidak berpuas hati dan berusaha untuk menghapuskan orang-orang Islam dr Sepanyol.

Penduduk-penduduk muslim ini, diberitahu bahwa mereka boleh berlayar keluar dari Sepanyol dengan selamat bersama-sama barang-barang keperluan mereka dengan menggunakan kapal-kapal yang berlabuh dipelabuhan. Orang-orang Muslim yang risau sekiranya tawaran tersebut merupakan suatu penipuan, telah pergi keperlabuhan untuk melihat kapal-kapal yang dimaksudkan.

Setelah berpuas hati, mereka membuat persiapan untuk bertolak. Keesokan harinya (1April), mereka mengambil semua barangan yang telah disiapkan menuju ke perlabuhan.

Pada masa inilah pihak Kristian mengambil kesempatan untuk menggeledah dan kemudian membakar rumah penduduk-penduduk Islam ini.

Mereka juga tidak sempat untuk menaiki kapal kerana semuanya dibakar. Pihak Kristian kemudiannya menyerang kaum muslim dan membunuh kesemuanya, lelaki, perempuan, serta anak-anak kecil. Peristiwa berdarah yang menyedihkan ini kemudiannya diraikan oleh tentera Kristian.

Keraian ini akhirnya dirayakan setiap tahun bukan sahaja di Sepanyol tetapi juga di serata dunia.

Yang menyedihkan, orang-orang Islam yang jahil mengenai peristiwa ini turut meraikan April Fool's Day tanpa menyedari mereka sebenarnya merayakan ulang tahun pembunuhan beramai-ramai saudara seIslam mereka sendiri.

Semoga Allah sentiasa membuka pintu taubat untuk kita.

Petikan drpd Risalah Fikrah

P/S : Adakah kita menyambut april Fool kerana ingin bergurau, mengenakan orang? senangkan Orang Kafir menyambut April fool kerana kejatuhan Islam, memusnahkan orang islam, kejayaan mereka membunuh orang islam?. Adakah wajar kita menyambut april fool?? jawapanya TIDAK PATUT DAN JANGAN SESEKALI SAMBUT.

Kisah Neraka Jahanam


Dikisahkan dalam sebuah hadis bahawa sesungguhnya neraka Jahannam itu
adalah hitam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ianya
memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada
setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu
terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya
pula terdapat 70,000 lembah dari api.

Dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa pada setiap lembah itu terdapat
70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000
kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000
kala, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa setiap kala itu mempunyai
70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala
tersebut ianya mempunyai 70,000 qullah bisa.

Dalam hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan
dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik sahaja pintu neraka
Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di
sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka
disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di
atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Mausia) apabila
terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan
memanggil-manggil, "Ya Tuhan kami, selamatkanlah."
Diriwayatkan bahawa sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda :
"Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka
Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik
oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu
besarnya ada diterangkan oleh Allah S.W.T dalam surah At-Tahrim ayat 6
yang bermaksud : "Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi
keras."

Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan
setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana
kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka
nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan
sahaja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam.

Monday, May 30, 2011

50 Tips Memantapkan Iman

Assalammualaikum,
Salam Sejahtera.


Dewasa kini kita telah menyaksikan satu gejala yang membahayakan perpaduan dalam kalangan masyarakat Islam di Malaysia iaitu Murtad.


Salah satu gejalanya adalah Murtad.Apakah faktor yang menyebabkan Murtad berlaku?Semestinya jawapan yang paling tepat adalah Iman yakni Iman yang lemah.


dI SINI SAYA ADA menyenaraikan 50 tips bagi memantapkan Iman kita.Walaupun memang mustahil untuk lakukan tetapi jika niat kita ikhlas dan dengan azam yang tinggi insya allah ia akan membantu mengawal keimanan kita.




01. Bersyukur apabila mendapat nikmat
02. Sabar apabila mendapat kesulitan
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan
05. Jangan membiarkan hati dalam kesedihan
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan
08. Jangan irihati dengan kekayaan orang
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan
11. Jangan tamak kepada harta
12. Jangan terlalu ego akan sesuatu kedudukan
13. Jangan hancur kerana kezaliman
14. Jangan goyah kerana fitnah
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram
17. Jangan sakiti ayah dan ibu
18. Jangan usir orang yang meminta-minta
19. Jangan sakiti anak yatim
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid)
23. Lakukan sholat dengan ikhlas dan khusyuk
24. Lakukan sholat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid
25. Biasakan sholat malam
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat
28. Sayangi dan hormati fakir miskin
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah
30. Jangan marah berlebih-lebihan
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah kerana Allah
33. Berlatihlah konsentrasi fikiran
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan
36. Jangan percaya ramalan manusia
37. Jangan terlampau takut miskin
38. Hormatilah setiap orang
39. Jangan terlampau takut kepada manusia
40. Jangan sombong, takabur dan degil
42. Berlakulah adil dalam segala urusan
43. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah
44. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala
45. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran
46. Eratkan hubuangan silaturrahim
47. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam
48. Berkata-kata pada perkara yang perlu
49. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya
50. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu

Friday, May 13, 2011

SULTAN MUHAMMAD AL-FATEH



alt
Sabda Rasulullah SAW ketika menggali parit dalam peperangan Khandaq, "...Konstantinopel (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera..." (Hadis riwayat Imam Ahmad)
Umat Islam berlumba-lumba membebaskan Konstantinopel untuk mendapatkan penghormatan yang dijanjikan oleh Allah SWT dalam hadis tersebut. Walau bagaimanapun, kesemua kempen yang dilancarkan menemui kegagalan. Di antaranya, lima kempen di zaman Kerajaan Umaiyyah, satu kempen di zaman Kerajaan Abbasiyyah dan dua kempen di zaman Kerajaan Uthmaniyyah.
Dalam salah sebuah kempen semasa zaman Kerajaan Umaiyyah, seorang sahabat Nabi SAW iaitu Abu Ayyub Al-Ansary RA telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, "Aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa mereka membebaskan Konstantinopel". Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi SAW.
Hadis Nabi SAW ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al-Fateh, khalifah ke-7 Kerajaan Uthmaniyyah dengan 150,000 orang tenteranya.
Siapakah Sultan Muhammad Al-Fateh? Apakah kehebatan baginda dan tentera-tenteranya sehingga disebut "sebaik-baik raja" dan "sebaik-baik tentera" dalam hadis tersebut?
Biodata Ringkas

Baginda Sultan Muhammad Al-Fateh dilahirkan pada 29 Mac 1432 Masihi di Adrianapolis (sempadan Turki – Bulgaria). Walau bagaimanapun, sejarah hidup baginda sebenarnya telah bermula hampir 800 tahun sebelum kelahirannya kerana telah disebut sebagai "sebaik-baik raja" di dalam Hadis tadi. Baginda juga dikenali dengan gelaran Muhammad Al-Fateh kerana kejayaannya membebaskan Konstantinopel.

Baginda menaiki takhta ketika berusia  19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451 – 1481). Baginda merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 kempen ketenteraan. Baginda mangkat pada 3 Mei 1481 akibat sakit gout. Ada ahli sejarah berpendapat baginda mangkat diracun.
Pendidikan

Baginda menerima pendidikan yang menyeluruh dan bersepadu. Dalam bidang keagamaan, gurunya adalah Syeikh Shamsuddin Al-Wali dikatakan daripada keturunan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq RA. Dalam ilmu peperangan pula, baginda diajar tentang taktik peperangan,  memanah dan menunggang kuda oleh panglima-panglima tentera.

Dalam bidang akademik pula, baginda adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam tujuh bahasa iaitu Bahasa Arab, Latin, Greek, Serbia, Turki, Parsi dan Hebrew. Dalam bidang ilmu pemerintahan pula, ayahandanya Sultan Murad II, dengan tujuan mendidik, semasa pergi bersuluk ke Pulau Magnesia, telah melantik baginda yang baru berusia 12 tahun memangku jawatan Khalifah. Dalam usia semuda ini baginda telah matang menangani tipu helah musuh.
Keperibadian

Baginda sentiasa bersifat tawaduk. Semasa membina Benteng Rumeli Hissari, baginda membuka baju dan serbannya, mengangkat batu dan pasir hingga ulama-ulama dan menteri-menteri terpaksa ikut sama bekerja. Baginda seorang yang sentiasa tenang, pendiam, berani, sabar, tegas dan kuat menyimpan rahsia pemerintahan. Baginda sangat cintakan ulamadan selalu berbincang dengan mereka mengenai permasalahan negara.
Persiapan Awal Membebaskan Konstantinopel

Selama 2 tahun selepas menaiki takhta, Baginda mengkaji pelan Kota Kostantinopel setiap malam bagi mengenal pasti titik kelemahannya. Baginda juga mengkaji sebab-sebab kegagalan kempen-kempen terdahulu serta berbincang dengan panglima-panglima perangnya tentang tentang strategi yang sesuai untuk digunakan.

Baginda mengarahkan dibina peralatan perang termoden seperti meriam besar yang boleh menembak bom seberat 300 kg sejauh 1 batu. Benteng Rumeli Hissari dibina di tebing sebelah Eropah, lebih kurang 5 batu dari Kota Constantinople di mana Selat Bosphorus adalah yang paling sempit. Ia dibina bertentangan dengan Benteng Anadolu Hisar di tebing sebelah Asia yang telah dibina oleh Sultan Bayazid Yildirim dahulu. Benteng ini mengawal rapi kapal-kapal yang melintasi Selat Bosphorus. Perjanjian damai dibuat dengan pihak Wallachia, Serbia dan Hungary untuk memencilkan Konstantinopel apabila diserang nanti.

Baginda membawa bersama para ulama dan pakar motivasi ke medan perang bagi membakar semangat jihad tenteranya. Sebaik sahaja menghampiri dinding kubu Kota Konstantinopel, baginda mengarahkan dilaungkan azan dan solat berjemaah. Tentera Byzantine gentar melihat 150,000 tentera Islam bersolat di belakang pemimpin mereka dengan laungan suara takbir memecah kesunyian alam.
Melancarkan Seragan ke atas Konstantinopel
Setelah segala persiapan lengkap diatur, baginda menghantar utusan kepada Raja Bizantin meminta beliau menyerah. Keengganan Raaja Bizantin menyerah mengakibatkan kota tersebut dikepung. Pada 19 April 1453, serangan dimulakan. Kota tersebut hujani peluru meriam selama 48 hari. Setengah dinding luarnya rosak tetapi dinding tengahnya masih teguh.
Menara Bergerak

Seterusnya Baginda mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi dari dinding kubu Byzantine dan memuatkan ratusan tentera. Tentera Byzantin berjaya memusnahkan menara tersebut setelah ianya menembusi dinding tengah kubu mereka.
Bantuan Dari Pope Vatican

Pope di Rome menghantar bantuan 5 buah armada yang dipenuhi dengan senjata dan tentera. Perairan Teluk Golden Horn direntang dengan rantai besi untuk menghalang kemaraan armada Uthmaniyyah. Ini menaikkan semula semangat tentera Bizantin.
Melancarkan Kapal Perang dari Puncak Gunung

Kegembiraan mereka tidak lama. Keesokan paginya, mereka dikejutkan dengan kehadiran 72 buah kapal perang Uthmaniyyah di perairan Teluk Golden Horn. Ini adalah hasil kebijaksanaan Baginda mengangkut kapal-kapal ke atas gunung dan kemudian diluncurkan semula ke perairan Teluk Golden Horn. Taktik ini diakui sebagai antara taktik peperangan(warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri. Kapal-kapal itu kemudiannya membedil dinding pertahanan belakang kota.

Kapal-kapal perang tentera Bizantin habis terbakar dek bedilan meriam Uthmaniyyah. Pertahanan Bizantin menjadi semakin lemah. Baginda mengambil kesempatan pada malamnya dengan memberikan semangat kepada tenteranya serta mengingatkan mereka kepada hadis Rasulullah SAW dan bersama-sama berdoa kepada Allah SWT.
Memanjat dan Melastik Dinding Kota

Keesokan paginya tentera Uthmaniyah cuba memanjat dinding dalam kubu dengan tangga dan cuba merobohkannya dengan lastik besar. Tentangan sengit pihak Bizantin menyebabkan ramai yang syahid. Baginda memerintahkan tenteranya berundur dan bedilan meriam diteruskan sehingga tengah hari.
Karisma Seorang Pemimpin

Pengepungan selama 53 hari tanpa sebarang tanda-tanda kejayaan  telah menimbulkan rasa bosan dan menghilangkan keyakinan tentera Baginda. Pada saat yang genting ini baginda berucap menaikkan semangat tenteranya, "Wahai tenteraku, aku bersedia untuk mati di jalan Allah. Sesiapa yang mahu syahid ikutlah aku".

Mendengarkan itu, Hasan Ulubate, salah seorang tentera baginda mengetuai sekumpulan kecil 30 tentera membuka dan melompat masuk ke dalam kubu musuh lantas memacak bendera Islam di situ. Mereka kesemuanya gugur syahid setelah dihujani anak panah musuh. Kemudian tentera-tentera Islam menyerbu bertali arus menembusi barisan pertahanan Bizantin sambil melaungkan kalimah Allahu Akbar.
Penawanan Constantinople

Pada 29 Mei 1453, Kota Konstantinopel jatuh ke tangan Islam. Baginda menukar namanya kepada Islambol (Islam keseluruhan) . Gereja Besar St. Sophies ditukar kepada Masjid Aya Sofiya. Baginda dengan tawaduknya melumurkan tanah ke dahinya lalu melakukan sujud syukur. Semenjak peristiwa inilah Baginda diberi gelaran "Al-Fateh" iaitu yang bermaksud "pembuka" atau "penakluk" lantaran kejayaannya membebaskan Konstantinopel.
Sebaik-baik Raja dan Sebaik-baik Tentera

Pada kali pertama solat Jumaat hendak didirikan, timbul pertanyaan siapa yang layak menjadi imam. Baginda memerintahkan kesemua tenteranya termasuk dirinya bangun lantas bertanya, "Siapa di antara kita sejak baligh hingga sekarang pernah meninggalkan solat fardhu walau sekali, sila duduk!" Tiada seorang pun yang duduk, kerana  tidak seorang pun di antara mereka pernah meninggalkan solat fardhu.

Baginda bertanya lagi, "Siapa di antara kita yang sejak baligh hingga kini pernah meninggalkan solat sunat rawatib, sila duduk!" Sebahagian daripada tenteranya duduk.

Kemudian baginda bertanya lagi, "Siapa di antara kamu sejak baligh hingga ke saat ini pernah meninggalkan solat tahajjud walaupun satu malam, sila duduk!" Kali ini semuanya duduk, kecuali Sultan Muhammad Al-Fateh sendiri. Baginda tidak pernah meninggalkan solat fardhu, solat sunat rawatib dan solat tahajjud sejak baligh. Baginda sebaik-baik raja yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya itu.
Dinihari kita cukup ketandusan pemimpin yang berjiwa rakyat serta berkarisma seperti Sultan Muhammad Al-Fateh untuk mengembalikan ketamadunan dan kegemilanagan ISLAM ini kembali. Ayuh, kita mulakan langkah menakluk diri seperti mana Sultan Muhammad Al-Fateh telah berusaha menakluk kota hebat Konstantinopel.